Kantor Baru, Semangat Kerja Baru (?)
Udah lama banget ya, nggak nge-post?
Bulan lalu (April) itu bulan yang hectic banget. Deadline berpadu dengan pindahan kantor ke gedung baru.
Yup. Per tanggal 30 April kami sudah resmi pindahan, setelah berbulan-bulan tertunda. Bayangin adza. Awalnya bulan Agustus 2004, terus mundul bulan September 2004, lalu Desember 2004, Januari 2005, Februari 2005, dan Maret 2005. Tapi syukur sih akhirnya pindah juga. Soalnya di kantor yang dulu tuh, AC-nya udah dicabut sejak bulan Maret! Sepanjang April tuh kami kerja tanpa AC. Panas dan sumpek banget.
Kantor baru tuh tiga lantai. Lantai pertama berbagi dengan Vega. Lantai dua dan tiga baru kami pergunakan. Sementara itu, atapnya a la atap sekolah Jepang gitu. Bisa bersantai di atas sambil lihat-lihat isi rumah tetangga, hehehe!
Asyiknya, ada ruang perpustakaan, walaupun menurutku sih akan lebih baik kalau ada sofa di sana. Biar bisa tiduran gitu? :D
Sisi gak enaknya, para boss tuh ruangannya terbuat dari kaca. Jadi, mereka bisa secara leluasa melihat apa yang kami kerjakan, hehehe. Artinya, ngetik seperti ini, chatting, dll harus hati-hati...atau pas lagi jam makan siang seperti saat ini.
Salah satu keluhan utama kantor lama adalah buruknya fasilitas internet. Buka e-mail adza harus berjuang keras, lho...
Nah, di gedung yang baru ini, boss besar menggunakan fasilitas berbeda (kabel) dari provider yang berbeda juga.
Sayangnya, sampai saat ini, internetnya tetap saja b-o-l-o-t. Katanya sih belum optimal. Ya semoga saja memang sebaik yang dijanjikan dulu.
Berhubung berada di kawasan Dago, kantor yang sekarang ini punya banyak pilihan makanan. Berbahagiakah saya? Ya dan tidak. Senang karena banyak pilihan (saat katering tidak memberikan menu yang pas buat saya), sedih karena harganya mahal-mahal, hehehe!
Hm..., sekarang yang serius. Saat syukuran kemarin itu, big boss bilang semoga dengan kantor baru ini, kinerja kami jadi lebih baik. Saya jadi bertanya-tanya sendiri, "Apa iya?".
Perasaan sih biasa adza. Senang dengan kantor dan suasana baru, tapi rasanya tidak lebih dari itu.
Jadi teringat sama semangat baru tiap naik kelas. Joan kecil tuh selalu berjanji "Akan lebih rajin, lebih pintar di tahun ajaran mendatang...". Tapi, sepertinya sih dari tahun ke tahun, saya tak kunjung memenuhi janji itu.
Sekarang, bertahun-tahun kemudian, saya bahkan tidak mengucapkan janji itu. Apakah karena saya akhirnya bosan mengucapkan janji yang takkan kupenuhi? Atau apakah saya bahkan sudah tidak memiliki semangat untuk menjadi lebih baik?
Hm..., cukup bagus sebagai renungan untuk menyambut ulangtahunku nanti... (apakah saya akan ingat? Heaven knows.)
